Thursday, 16 May 2019

Bandar Ceme Debat Jalur Tujuan, Pengemudi Online Bahkan Dituduh Menculik

Bandar Ceme Debat Jalur Tujuan, Pengemudi Online Bahkan Dituduh Menculik

Bandar Ceme Debat Jalur Tujuan, Pengemudi Online Bahkan Dituduh Menculik




Bandar Ceme Seorang pengemudi Gojek di Singapura, bernama Kamaruzzaman Abdul Latif, dituduh melakukan penculikan. Dari video yang direkamnya, Kamaruzzaman bahkan tidak melakukan tindakan itu.

Video yang diunggah ke media sosial ke Gojek Singapore Community Facebook pada hari Kamis, 31 Januari 2019 berasal dari keluhan penumpang wanita yang menyewa layanan mereka. Wanita itu marah karena pengemudi tidak mau menghindari membayar di Singapura, (Electronic Road Pricing / ERP).

Kamaruzzaman menjemput seorang wanita dari Block 251 Bishan Street 22 sekitar jam 7 pagi untuk pergi ke Coleman Street, pada hari Selasa, 29 Januari 2019 lalu.

"Bagaimana Anda menghindari ERP?" Kamaruzzaman menulis bahwa penumpang terus mengatakan Kamaruzzaman mencoba menipunya.

Kamaruzzaman mengatakan bahwa dia meminta penumpang untuk memberitahunya di mana dia bisa menghindari ERP. Tapi penumpang tidak bisa mengarahkannya.

Berbicara kepada The Straits Times, Kamaruzzaman mengatakan penumpang mulai marah padanya saat bepergian ke Central Expressway (CTE).

Ketika dia menjelaskan jika kendaraan itu tidak mungkin untuk menghindari ERP selama jam sibuk pagi hari, penumpang tidak puas. Dia menyarankan Kamaruzzaman mengikuti rute pilihannya.

Dalam ketentuan di Singapura, Gojek tidak termasuk biaya ERP dalam jumlah yang harus dibayar oleh penumpang. Pengemudi biasanya memasukkan biaya tambahan yang dikeluarkan dalam aplikasi sebelum menyelesaikan perjalanan.

Dalam video Kamaruzzaman, para penumpang jelas mendengar mengatakan, "Kamu menipu saya."

Penumpang kemudian melakukan panggilan telepon. Tiba-tiba, suara dari telepon penumpang berdering, "Kamu tidak punya hak untuk menjadikannya tahanan." dan "Kamu menyebabkan dia kehilangan kebebasan."

Tidak ingin dipelintir, Kamaruzzaman mengambil inisiatif untuk meminta masalah ini diselesaikan di kantor polisi. Mobil akhirnya berhenti di Toa Payoh Hallway 4, ketika Kamaruzzaman berbicara dengan petugas Cisco Certis.

Tiba-tiba, penumpang berteriak, mengklaim Kamaruzzaman tanpa sengaja mengunci pintu mobil dan bermaksud menculiknya. Tetapi, Kamaruzzaman mencoba menjelaskan kepadanya bahwa mobil secara otomatis mengunci dirinya sendiri.

Kamaruzzaman Pantaipoker , yang mulai mengemudi dengan Gojek penuh waktu pada Desember 2018.

"Aku tahu salah merekam video seseorang tanpa seizin mereka, tetapi aku harus melakukannya untuk melindungi diriku sendiri."

Dia mengatakan bahwa dia sengaja berbagi video di Facebook dengan maksud tidak mempermalukan penumpang lain. Kamaruzzaman ingin memberi tahu pengemudi Gojek lainnya tentang kesalahpahaman.

Gojek mengatakan kepadanya bahwa "tidak ada yang salah" dengan tindakan yang telah diambilnya. Perusahaan juga "tidak akan melakukan apa pun" kepada penumpangnya.

Seorang juru bicara Gojek mengatakan bahwa mereka telah menyelidiki insiden tersebut dengan menggunakan bukti yang tersedia dan telah berbicara dengan Kamaruzzaman.

"Gojek menanggapi semua keluhan dari pengemudi dan mitra pengemudi dengan sangat serius ... Hasil yang adil telah dicapai dengan mitra pengemudi dan kami berpandangan bahwa masalah ini sudah berakhir," kata juru bicara itu. "PREDIKSI TOGEL PALING JITU_

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.