Wednesday, 11 September 2019

Geng Meksiko Siksa Pemerkosa dengan Anjing Memakan Kemaluannya

Geng Meksiko Siksa Pemerkosa dengan Anjing Memakan Kemaluannya

Geng Meksiko Siksa Pemerkosa dengan Anjing Memakan Kemaluannya

Sebuah geng di Meksiko menganiaya seorang lelaki yang dituduh sebagai pemerkosa perempuan. Pria tersebut ditelanjangi dan dikebiri dengan teknik membiarkan seekor anjing pit bull memakan organ kemaluannya.

Pria itu berusia selama 30-an tahun. Dia dituduh mengerjakan serangan seksual terhadap seorang wanita di Mexico City.

Rekaman video penganiayaan diluncurkan oleh geng tersebut. Pria tersebut ditelanjangi, diborgol, dan diapit ke tanah oleh lima lelaki yang mengelilinginya.

Seekor anjing pit bull putih lantas mulai menyiksa dia salah satu kaki dan memangsa organ vitalnya. Berdasarkan keterangan dari laporan The Sun, Senin (9/9/2019), geng yang menganiaya pria itu dipercayai bagian dari kartel narkoba.

Pria yang dianiaya terlihat berteriak dalam bahasa Spanyol yang bila diterjemahkan berbunyi; "Berhenti, tinggalkan saya sekarang, tinggalkan saya."

Salah satu anggota geng yang terganggung dengan teriakannya lantas menutup mulut lelaki tersebut dengan kain untuk menyangga tangisannya.

Anjing kedua, yaitu pit bull coklat, pun muncul namun tidak bergabung guna menyerang. Video penyiksaan tersebut muncul bulan lalu, di mana semua penyerang menyatakan sengaja memublikasikannya sebagai peringatan untuk para "calon mangsa" hewan buas lainnya.

Media lokal mengadukan bahwa dalam sejumlah tahun terakhir metode penganiayaan oleh organisasi kriminal Meksiko telah menambah tingkat kekejaman mereka. Serangan seperti tersebut menjadi semakin sering.

Tidak diketahui apakah lelaki yang dianiaya dalam video tersebut masih hidup atau sudah tewas.

Kekerasan Seksual

Bulan lalu, ribuan wanita turun ke sebanyak jalan di Mexico City guna aksi yang mereka sebut sebagai Revolusi Glitter. Aksi turun ke jalan tersebut untuk memprotes kekerasan seksual dan segala jenis kekerasan yang dilaksanakan terhadap perempuan.

Gerakan itu dirangsang oleh pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 17 tahun oleh empat petugas polisi di wilayah Azcapotzalco di Mexico City pada 3 Agustus.

Ribuan demonstran berjajar di jalan dengan membawa sekian banyak plakat bertuliskan; "Semua Perempuan Melawan Semua Kekerasan" dan "Jika kita melanggar perempuan, kami bakal melanggar hukum Anda".

Rata-rata sepuluh wanita dibunuh masing-masing hari di Meksiko, dengan tidak sedikit kejahatan seperti tersebut tidak diadukan atau tidak dihukum.

Kelompok-kelompok korban menuliskan bahwa pemerkosaan yang diadukan di Meksiko jauh lebih rendah daripada di negara-negara lain sebab sangat sedikit keyakinan pada polisi.

"Setiap hari anak wanita hilang, wanita hilang, wanita dilanggar dan diperkosa…dan kami mengharapkan respons politik yang menggambarkan skala terpaksa nasional ini," kata juru kampanye hak-hak wanita setempat, Yndira Sandoval, untuk The Guardian.

Meksiko pun mempunyai tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, dengan 17.000 orang tewas pada paruh kesatu tahun ini. Angka tersebut adalahyang tertinggi dalam sejarah di negara tersebut.

Angka tersebut tidak tergolong penembakan, penculikan, pemerasan, dan durjana berat lainnya, di mana tidak sedikit dari sekian banyak kejahatan tersebut didorong oleh pekerjaan geng-geng kriminal dan kartel narkoba.

Bulan lalu, geng narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG) memenggal sembilan anggota geng saingan dan menggantung tubuh korban tanpa busana di suatu jembatan di kota Uruapan, sebelah barat Mexico City.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.